Kecenderungan Yang Menggagalkan Usaha Arsenal Menjelang Garis Finish

NewsLigaBola.comKecenderungan Yang Menggagalkan Usaha Arsenal Menjelang Garis Finish, Menilik posisi di klasemen Arsenal masih punya peluang memburu titel Premier League. Yang merisaukan adalah kecenderungan berulang yang selama sekian musim telah menggagalkan usaha The Gunners menjelang garis finis.

Kamis (3/3/2016) dinihari WIB tadi Arsenal tunduk 1-2 ketika menjamu Swansea City. Hasil itu lahir setelah akhir pekan lalu ‘Gudang Peluru’ juga kalah 2-3 di markas Manchester United.

Sejak November 2014 baru kali ini lagi Arsenal menelan kekalahan berturut-turut di Premier League; saat itu skuat Arsene Wenger tersebut juga kalah dari MU (1-2) dan Swansea (1-2) dengan urutan terbalik daripada saat ini.

Kekalahan membuat Arsenal kini terpaut tiga angka dari Tottenham Hotspur di posisi dua dan enam poin dari Leicester City sang pemuncak klasemen selisih yang masih cukup memungkinkan untuk dikejar dalam 10 laga sisa.

Namun demikian, hal yang jadi perhatian adalah betapa penurunan performa itu pada dasarnya bukanlah hal yang asing-asing amat untuk Arsenal setelah pergantian tahun dan secara khusus menuju akhir musim, yang kali terakhir menjuarai Premier League pada 2003–04.

“Masalah Arsenal terulang begitu-begitu lagi, musim demi musim,” ucap Alan Shearer, mantan pesepakbola yang kini menjadi analis dan pengamat untuk Match of the Day BBC.

“Minimnya daya juang dan kepemimpinan, dan kini ada tanda tanya di atas mereka. Anda menduga mereka akan unjuk gigi dan memberi respons (setelah akhir pekan lalu kalah di markas MU) tapi nyatanya tidak ada. Lagi,” sebutnya.

Baca juga :  Claudio Ranieri Masih Bisa Tersenyum Lebar

Menilik rentetan pertandingan Premier League 2015-16 setelah pergantian tahun, sejumlah sembilan laga, tampak inkonsistensi laju dari Alexis Sanchez cs dengan hasil 3 kali menang, 3 kali seri, dan 3 kali kalah; menang atas Newcastle United (1-0), seri lawan Liverpool (3-3) dan Stoke City (0-0), kalah dari Chelsea (0-1), seri lagi lawan Southampton (0-0), lalu menang berturut-turut atas Bournemouth (2-0) dan Leicester City (2-1), tapi kemudian tunduk dari MU (2-3) dan Swansea (1-2).

Pada periode yang sama dalam empat musim sebelumnya di Premier League, pencapaian poin Arsenal saat ini juga paling rendah. Selain itu tampak pula kecenderungan serupa mengenai ketidakkonsistenan Arsenal dalam meraih hasil pada periode itu–kendatipun terbilang cukup oke di 2014-15–yang pada musim-musim tersebut sudah terbukti menghambat usaha juara mereka.

Sembilan partai Premier League Arsenal usai pergantian tahun pada musim ini dan empat musim sebelumnya

2015-16
Usai pergantian tahun-Awal Maret (Pekan 20-28)
3 menang, 3 seri, 3 kalah (12 poin)

2014-15
Usai pergantian tahun-Awal Maret (Pekan 20-28)
7 menang, 2 kalah (23 poin)

2013-14
Usai pergantian tahun-Awal Maret (Pekan 20-28)
5 menang, 2 seri, 2 kalah (17 poin)

2012-13
Usai pergantian tahun-Awal Maret (Pekan 20-28)
4 menang, 2 seri, 3 kalah (14 poin)

2011-12
Usai pergantian tahun-Tengah Maret (Pekan 20-28)
5 menang, 1 seri, 3 kalah (16 poin)

“Pada saat ini saya merisaukan hasil-hasil kami,” kata Wenger seperti dilansir BBC. “Pada saat ini kami tidak akan berangan-angan. Kami mesti realistis dan kembali pada apa yang mampu kami lakukan dengan baik.”

“Ini merupakan sebuah hasil yang amat mengecewakan. Para pemain kecewa, tapi kami harus memberikan respons. Saya percaya kami harus kembali mendapatkan hasil-hasil positif terlebih dulu sebelum membicarakan kans juara yang sekarang sedang dipertaruhkan,” lanjutnya.

Prediksi Bola

Jadwal Bola

Live Score

(Visited 47 times, 1 visits today)