Gelandang Terbaik Indonesia yang Memiliki Gaya Permainan Energik

Gelandang terbaik Indonesia

Gelandang terbaik Indonesia yang memiliki gaya bermain energik tidak banyak. Hal ini yang menjadi masalah laten Indonesia yang membuat lini tengah kurang bertaji dibandingkan lini depan dan lini belakang. Tidak dimungkiri, keringnya kreativitas lini gelandang menjadi penyebab sulitnya tim Garuda meraih gelar juara di pentas internasional.

Sekalipun demikian keberadaan gelandang terbaik yang pernah dimiliki Tim Garuda tidak boleh dilupakan. Bahkan sebagian diantaranya layak dijadikan legenda sepak bola yang harus diberikan apresiasi tinggi. Ini dia pemain yang dimaksud:

1. Eri Eriyanto

Gelandang terbaik Indonesia yang pertama adalah Eri Eriyanto yang berasal dari klub The Green Force Persebaya Surabaya. Midfielder tambun ini tidak hanya unggul di tendangan voli yang keras dan akurat, tetapi juga memiliki kemampuan bertarung yang bagus. Sedangkan tubuh yang mungil dan besar menjadi penunjang yang membuat Eri tidak kalah jika harus melakukan body charge dengan gelandang lawan.

Sayangnya, pemain ini meninggal dunia di usia muda. Si pemain karismatik tersebut meninggal dunia beberapa saat setelah mengalami benturan di sebuah pertandingan antara Persebaya Versus PSIM yang membuatnya sesak napas dan pusing. Akhirnya Eri Eriyanto meninggal di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan selama 4 jam.

2. Ponaryo Astaman

Ponaryo Astaman adalah pemain gelandang tengah yang bisa dimainkan sebagai second striker dan playmaker. Pemain asal PSM Makasar tersebut pernah membela Indonesia di Piala Asia 2004 ketika Tim Garuda sukses mempecundangi tim Qatar dengan skor tipis 2-1. Luar biasanya Ponaryo menjadi pencetak gol kemenangan Garuda melalui tendangan keras setengah voli dari luar kotak penalti.

Karena permainan Ponaryo Astaman terus meningkat, maka pada Piala Asia 2007 ia kembali dipanggil bergabung dengan Tim Nasional. Bahkan ia sempat menjadi kapten kesebelasan sebelum akhirnya digantikan Charis Yulianto. Pasca pergelaran tersebut, Ponaryo menarik diri dari Tim Merah Putih dan lebih memilih fokus membela PSM Makasar.

3. Samsul Chaerudin

Gelandang terbaik Indonesia yang ketiga adalah Samsul Chaerudin yang menjadi pemain andalan Persib Bandung. Pemain berambut panjang tersebut disebut Edgar Davids-nya Indonesia karena memiliki tipikal yang sama dengan pemain berambut gimbal Belanda yang top di era 2000an. Mungkin kelemahan dari pemain ini adalah kurang bisa menjaga emosi sehingga sering menjadi pemicu keributan antar pemain.

Eks pemain jebolan PSM tersebut mengawali debut bersama Tim Nasional Indonesia pada tanggal 12 maret 2004. Yang mana di kala itu Tim Garuda sedang bertarung menghadapi Malaysia di laga persahabatan. Nah, saat melawan tim dari negeri Jiran, Samsul bisa menunjukkan permainan terbaiknya sehingga pelatih tetap memanggil termasuk mengajaknya ketika Indonesia bertarung di Piala Asia 2007.

4. Evan Dimas

Evan Dimas adalah gelandang bertalenta tinggi yang dimiliki Indonesia. Pemain mungil namun lincah ini pernah membela Persebaya Surabaya sebagai gelandang serang dan kadang playmaker. Sedangkan saat membela Tim Nasional dia lebih sering ditugaskan sebagai penyerang lubang.

Kelebihan dari Evan ialah memiliki dribbling bola yang bagus serta liukan yang lihai. Jika dilihat sekilas gaya permainannya mirip Francesco Totti yang menjadi legenda As Roma Italia. Karena itu, Dimas tidak pernah absen baik ketika membela klub maupun Tim Nasional Indonesia.

5. Fakhri Husaini

Fakhri Husaini adalah pemain yang terkenal pasca membela PKT Bontang di Liga Galatama era 80an. Bisa dibilang inilah satu-satunya playmaker Indonesia yang memiliki gaya permainan paling modern di kala itu dengan tipikal kesukaannya memainkan umpan satu dua. Yang berbahaya jika Fakhri membuka kedalaman dari sisi sayap, bisa dipastikan pergerakannya sulit dihentikan back lawan.

Fakhri Husaini dipanggil Tim Nasional Indonesia pada tahun 1997 ketika Tim Garuda sedang berlaga di Sea Games. Sayang sekalipun Indonesia masuk final, Aji Santoso dkk tidak bisa meraih gelar juara. Untunglah di partai semi final Fakhri berhasil mencetak gol kemenangan yang membuat Tim Merah Putih melaju ke partai pamungkas.

Gelandang terbaik Indonesia di atas sebagian masih aktif bermain dan sebagian sudah ada yang gantung sepatu. Apapun statusnya sekarang, si pemain harus tetap diingat kalau pernah berkontribusi besar bagi klub maupun Tim Nasional.

 

READ  Daftar Gaji Pemain Real Madrid Terbaru Yang Terkenal Selangit

You May Also Like

About the Author: Femila Kross